RADIO AND TEACHING ENGLISH

This is Kabul Budiono’s Blog. It is about Radio and Teaching Learning ESL

SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN

Disiarkan Senin, 12 Januari 2009, Pro3 RRI Jakarta, FM 88,8

hujan2Sedia payung sebelum hujan, bisa bermakna denotatif maupun konotatif. Yang denotatif adalah persis seperti yang kita lakukan pada musim hujan ini. Demi memperkirakan hari akan hujan, segeralah anda menyiapkan payung. Yang konotatif, adalah ujaran yang mengingatkan siapapun untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapkan kemungkinan yang akan terjadi. Ketika mendengar harga BBM naik, maka rakyat mesti bersiap siap untuk mengatur strategi penjelasan guna mempertahankan agar dapur tetap berasap dan kebutuhan keluarga lainnya bisa terpenuhi. Ketika terdengar Demam Berdarah meruyak maka bersiap siaplah untuk menanggulanginya. Sinisme yang muncul sekarang di kalangan pejabat negara lain lagi. Bersiap siaplah dengan bukti bukti administrasi keuangan yang rapi, sebelum KPK mendatangi. Mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan buruk sebenarnya adalah salah satu wujud pertahanan diri atau defend mechanism setiap makhluk. Manusia dengan daya nalar serta upayanya sedangkan non manusia dengan daya instinknya. Di pantai California misalnya ada ikan ikan yang bernama Grunion yang senantiasa dapat secara instink menyesuaikan dengan pasang surutnya air laut dan datangnya bulan purnama. Bronowsky

seorang antropolog menjadikan kasus ikan ikan itu sebagai pembuka tulisan buku ilmiahnya The Acient of Man. Cuma memang Bronowsky tidak mennyebut nyebut pepatah Sedia Payung Sebelum hujan untuk para ikan yang memang tak bernalar itu. Mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan buruk sebenarnya adalah salah satu wujud pertahanan diri atau defend mechanism setiap makhluk. Peringatan mengenai perlunya mempersiapkan diri juga dapat dijumpai dalam ajaran Agama, dari yang bersifat praktis keseharian sampai yang pokok yaitu menghadapi akhirat nanti. Riwayat ketika Rasulullah memperingatkan seorang sahabat agar mengikat untanya sebelum shalat di mesjid adalah salah satu bentuk peringatan praktis yang berhikmah agar manusia mempersiapkan diri dan hatinya sebelum beribadah. Juga ungkapan agar manusia mengingat yang lima sebelum lima lainnya juga penting selalu dijadikan pedoman yaitu gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu, gunakan lapangmu sebelum masa sempitmu, sehatmu sebelum sakitmu. Namun manusia tetaplah manusia yang sering lupa pada hal hal yang semestinya tidak dilupakan. Karena itu, sedia payung sebelum hujan, akhirnya sering dimaknai dan dipraktekan dalam konotasi negatif. Misalnya gunakan kekuasaanmu sebelum habis masa jabatanmu. Akhirnya jabatan dipandang bukan sebagai amanah atau cobaan tetapi sebagai sebuah kesempatan. Maka akhirnya banyak yang dipanggil KPK bahkan menginap di Lembaga Pemasyarakatan. Demikian, Selamat Sore. Saya Budi Angkasa.

Filed under: SKETSA PRO 3

Leave a Reply