Januari 13, 2009 • 4:32 pm
DIsiarkan Selasa 13 Januari 2009, 16.30 WIB, Pro 3 Jakarta 16.30 WIB.
Di musim hujan dan angin barat yang menyebabkan tingginya gelombang laut, musibah tidak hanya terjadi di laut tetapi juga di darat. Ombak yang tinggi telah menenggelamkan Kapal Motor Teratai Prima di perairan Majene dan Polewali Sulawesi Barat. Hujan lebatpun telah menyebabkan banjir dan tanah longsor. Namun bencana tidak hanya di laut dan darat melainkan juga di udara saat sebuah pesawat udara jatuh atau pecah di udara. Musibah dan bencana dapat terjadi di mana mana dan kapanpun juga. Tetapi benarkah semua musibah dan bencana senantiasa datang tanpa dapat diduga sebelumnya sehingga dapat dicegah sebelumnya ? Jawabannya bisa beragam dan menimbulkan perdebatan. Di laut sebuah bencana mungkin bisa diduga. Misalnya ketika musim angin barat dan ombak besar, orang bisa memperkirakan bahwa bencana bisa saja terjadi.
Read the rest of this entry »
Filed under: RADIO, SKETSA PRO 3
Januari 12, 2009 • 5:07 pm
Disiarkan Senin, 12 Januari 2009, Pro3 RRI Jakarta, FM 88,8

Sedia payung sebelum hujan, bisa bermakna denotatif maupun konotatif. Yang denotatif adalah persis seperti yang kita lakukan pada musim hujan ini. Demi memperkirakan hari akan hujan, segeralah anda menyiapkan payung. Yang konotatif, adalah ujaran yang mengingatkan siapapun untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapkan kemungkinan yang akan terjadi. Ketika mendengar harga BBM naik, maka rakyat mesti bersiap siap untuk mengatur strategi penjelasan guna mempertahankan agar dapur tetap berasap dan kebutuhan keluarga lainnya bisa terpenuhi. Ketika terdengar Demam Berdarah meruyak maka bersiap siaplah untuk menanggulanginya. Sinisme yang muncul sekarang di kalangan pejabat negara lain lagi. Bersiap siaplah dengan bukti bukti administrasi keuangan yang rapi, sebelum KPK mendatangi. Mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan buruk sebenarnya adalah salah satu wujud pertahanan diri atau defend mechanism setiap makhluk. Manusia dengan daya nalar serta upayanya sedangkan non manusia dengan daya instinknya. Di pantai California misalnya ada ikan ikan yang bernama Grunion yang senantiasa dapat secara instink menyesuaikan dengan pasang surutnya air laut dan datangnya bulan purnama. Bronowsky
Read the rest of this entry »
Filed under: SKETSA PRO 3
Januari 5, 2009 • 5:29 pm
PEMILU = INVESTASI ?
Senin 5 Januari
Pada hari kelima tahun 2009 ini, pagi tadi, saya mencatat apa yang dikatakan seorang teman yang berada satu kendaraan menuju tempat kerja. Dengan ketus dia bilang “ Saya tidak mau ikut pemil.u memilih anggota DPR. Saya hanya akan memilih Presiden saja”. Dia menyampaikan pendapatnya itu, setalah mobil yang kami tumpangi melewati sebuah mobil yang kaca belakangnya ditutup dengan pamphlet kampanye salah seorang caleg dari salah satu partai yang baru. Mula2 dia bergumam “ Partai sekarang banyak sekali. Bingung. Kita ndak kenal siapa yang nyalon jadi anggota DPR. Kalau sudah jadi anggota pun lupa sama kita” Begitu celetuknya hingga sampai pada pernyataan skeptic yang sudah saya katakan tadi. Dalam hati, tanpa mengatakan kepadanya, saya berharap mudah mudahan tidak banyak yang berpendapat dan bersikap seperti teman saya itu. Tetapi sayapun tidak yakin bahwa jumlah orang orang yang bersikap seperti dia itu, jumlahnya sedikit. Saya ingat tulisan Eep Saifullah Fattah dan J Kristiadi di salah satu surat kabar nasional yang menengarai kemungkinan banyaknya jumlah orang yang memilih jadi golput. Banyak orang yang mungkin tidak mau menggunakan hak pilihnya dalam pemilih nasional karena jenuh akibat merasa sering ikut pemilu tetapi tidak merasakan hasilnya. Krisis kepercayaan, barangkali itulah penyebabnya. Namun di komplek perumahan saya, tidak semua orang bersikap begitu. Beberapa anak muda malah nampak semakin bersemangat, menggalang dukungan untuk partai tertentu. Mereka begitu yakin bahwa masih akan ada calon calon legislative yang dapat memperbaiki keadaan. Memang, sebagaimana memilih, tidak memilih dalam pemilu juga merupakan hak warga negara. Pun tidak ada sanksi hukum bagi yang tidak menggunakan hak pilih. Dalam sebuah diskusi dengan masyarakat di salah stasiun RRI di daerah pernah ada penelpon yang menyampaikan nada yang sama seperti teman saya tadi itu. Malahan si penelpon mengatakan bahwa pemilu Cuma memboroskan uang negara. Saya mencoba menjawab pertanyaan dengan mengatakan bahwa pemilu itusesungguhnya bentuk investasi juga. Katakanlah jika suatu pilkada menelan biaya 200 milyar rupiah, maka si pemenang pemilu tentu diharapkan mengembalikan modal negara itu dengan berusaha membangun infrastruktur ekonomi dan membangun perekonomian, sehingga setidaknya pada akhir tahun jabatannya, daerah yang dipimpinnya telah mampu menuai kemajuan dan kesejahteraan bagi masyarakat yg nilainya minimal 200 milyar. Nah jangan jangan kita memang merasa bahwa ongkos politik itu akhirnya memang terasa hilang begitu saja. Makanya banyak yang kemudian kehilangan kepercayaan dan tidak merasakan manfaat dari event politik nasional itu. Saya Budi Angkasa
Filed under: SKETSA PRO 3
Januari 4, 2009 • 9:25 pm
AWAL RAMADHAN
Rabu, 3 September 2008.

Marhaban, Ya Ramadhan
Berbeda dengan kota lain di Indonesia, suasana lalu lintas Jakarta selepas pukul setengah empat semakin terasa padat. Hampir semua yang bekerja berhasrat segera meninggalkan pekerjaan, pulang dengan berbagai jenis kendaraan, agar bisa berbuka bersama keluarga di rumah. Di antara deru mesin kendaraan yang memadati jalan, Di awal ramadhan ini, suasana salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum, atau pompa bensin di pinggir jalan Gatot Subroto Jakarta, terasa lain. Di salah satu sisi halaman parkirnya, menjelang Magrib terhampar tikar tikar dengan pembatas lalu lintas. Pemilik Pom Bensin itu rupanya menyiapkan tempat khusus bagi para pelanggan atau mereka yang ingin berbuka sekaligus sembahyang Magrib berjamahaan di situ. Dan memang betul. Saat adzan Magrib berkumandang puluhan pengendara sepeda motor dan mobil parker di situ, membatalkan puasa kemudian shalat Magrib bersama sama. Pemandangan seperti ini tentulah hanya bisa disaksikan di bulan Ramadhan, mungkin di hari hari awal puasa. Pada saat seperti itu, semangat beribadah memang dapat dilihat dari kemeriahan mesjid dan mushola, maupun tempat layanan umum seperti SPBU di pinggir jalan utama itu. Mesjid di kampung saya, dan tentu juga ditempat tinggal anda, hampir tidak bisa menampung jemaah shalat Isya dan Tarawih. Di waktu subuh, jemaah yang biasanya Cuma dua atau tiga baris, di awal Ramadhan ini dipastikan selalu penuh. Semangat beribadah mendekatkan diri kepada Allah terasa menyemarakkan syiar Islam pada bulan Ramadhan ini. Suasana itu, khususnya di Jakarta, biasanya berangsur surut menjelang lebaran, ketika sebagian besar penduduk Jakarta berangsur mudik ke kampung masing masing. Seorang teman berujar, alangkah indahnya jika semua hari menjadi terasa seperti awal ramadhan. Harapan itu mungkin bukan miliknya sendiri. Anda, saya siapapun boleh jadi berharap demikian. Namun mempertahankan semangat beribadah secara kontinyu, sering merupakan tantangan yang tidak ringan. Demikian juga dengan kemauan melakukan kebaikan kebaikan. Di kota besar seperti Jakarta ini, ujian itu sering terasa.Kesibukan kerja sering melalaikan peribadatan. Desakan keperluan hidup serta hasrat hidup tak sekedar cukup, sering mendorong kita melupakan kebaikan kebaikan. Awal ramadhan ini, memang sungguh indah. Karenanya saat saat seperti itu, sungguh dirindukan. Ketika semakin banyak orang ingin melakukan sebanyak banyak kebajikan. Saya, Budi Angkasa.
Filed under: SKETSA PRO 3
Komentar Terakhir